A. PENGERTIAN KODE ETIK
Kode
Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam
melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau
tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Dalam
kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang
menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan
nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart
perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk
memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Nilai
professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981
mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat
(2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan
(4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Kode
etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus
sebagai pedoman (guidelines). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman
dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi.
Bias interaksi merupakan monopoli profesi., yaitu memanfaatkan kekuasan dan
hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan
masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik
sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi.
Konvensi
nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan,
tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu
profesi. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola,
Ketentuan, aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan
kode etik akan berhadapan dengan sanksi.
B. APA ITU KEPERAWATAN.
Mungkin sebagian banyak orang tidak mengetahui apa itu
perawat. Banyak animo masyarakat selama ini yang menganggap bahwa perawat
adalah bawahan dokter atau dokter yang belum jadi. Padahal perawat dan dokter
adalah dua profesi yang berbeda yang semuanya mempunyai kedudukan yang sama,
tidak ada yang diatas atau dibawah.
Definisi Perawat
1.
Keperawatan adalah pekerjaan yang
bertujuan untuk menjaga/merawat orang yang sakit atau lemah dengan
profesinya adalah perawat (wordnet.princeton.edu).
2.
Keperawatan adalah suatu profesi yang
berfokus pada menjaga, memelihara dan mengembalikan kesehatan yang
optimal baik individu, keluarga dan masyarakat (en.wikipedia.org).
3.
Perawat adalah seorang petugas
kesehatan professional bertujuan untuk merawat,
menjaga keselamatan dan menyembuhkan orang yang sakit atau
terluka baik akut maupun kronik, melakukan perencanaan perawatan
kesehatan dan melakukan perawatan gawat darurat dalam kerangka
pemeliharaan kesehatan dalam lingkup yang luas (en.wikipedia.org).
4.
Keperawatan adalah ilmu terapan yang
mempunyai dasar ilmu yang unik dengan menggunakan prinsip dasar fisik,
biologi dan ilmu perilaku manusia (www.ptc.edu/department_nursing/philosophy.htm).
5.
Keperawatan merupakan perlindungan,
promosi, dan optimisasi kesehatan dan kemampuan, pencegahan penyakit dan
cedera, pengurangan yang menderita melalui diagnosa dan perawatan
yang bersumber pada respons manusia, serta advokasi dalam perawatan
individu, keluarga, masyarakat, dan populasi (www.nursingworld.org).
6.
Keperawatan meliputi kemandirian atau
kolaboratif dalam merawat individu, keluarga, kelompok dan komunitas, baik
sakit atau sehat dengan segala kondisi yang meliputinya. Keperawatan terdiri
dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan orang sakit, cacat
dan meninggal dunia. Advokasi, promosi lingkungan aman, penelitian,
berpartisipasi dalam merumuskan kebijakan kesehatan bagi pasien dan manajemen
sistem kesehatan serta pendidikan dan kode etik keperawatan (www.icn.ch).
Berdasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa
memang pekerjaan perawat sesuai dengan kata dasarnya yaitu “rawat”, sangat
simpel memang, akan tetapi karna perkembangan ilmu di dunia maka ilmu
keperawatan pun ikut berkembang. Oleh karena itu, jenjang pendidikan
keperawatan sekarang sudah sampai pada taraf Doktoral bahkan ada yang sudah
menyandang gelar Professor.
Cara merawat seseorang tidak semudah mengatakannya. Dalam
keperawatan ada yang disebut dengan diagnosa keperawatan dan asuhan
keperawatan. Segala sesuatu yang perawat lakukan untuk merawat seorang pasien
memiliki sistematika terencana sampai pasien tersebut sembuh, inilah yang
disebut dengan asuhan keperawatan. Untuk membuat suatu asuhan keperawatan dibutuhkan
suatu diagnosa yang disebut diagnosa keperawatan, seperti layaknya dokter.
Ilmu
keperawatan pada prinsipnya menggabungkan antara ilmu kedokteran dan ilmu
psikologi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Marriner Tahun 1998, bahwa ¾ pelayanan
kesehatan adalah Caring (perawatan) sedangkan ¼ lainnya
adalah curing (pengobatan). Untuk membangun pribadi caring,
perawat dituntut memiliki pengetahuan tentang manusia, aspek tumbuh kembang,
respon terhadap lingkungan yang terus berubah, keterbatasan dan kekuatan serta
kebutuhan-kebutuhan manusia. Bukan berarti kalau pengetahuan perawat
tentang Caring meningkat akan menyokong perubahan perilaku
perawat.
Keperawatan
tidak hanya berkutat di rumah sakit, sesuai dengan defenisi tadi, keperawatan
dibagi menjadi beberapa bagian :
1) Keperawatan
Gawat Darurat
2) Keperawatan
Maternitas (Anak-anak dan Ibu hamil)
3) Keperawatan
Gerontik (Lansia)
4) Keperawatan
Medikal Bedah (Bedah dan Penyakit Dalam, dll)
5) Keperawatan
Komunitas (Masyarakat)
HUBUNGAN PERAWAT DENGAN PASIEN
Hubungan
perawat dengan pasien adalah suatu wahana untuk mengaplikasikan proses
keperawatan pada saat perawat dan pasien berinteraksi kesediaan untuk terlibat
guna mencapai tujuan asuhan keperawatan. Hubungan perawat dan pasien adalah
hubungan yang direncanakan secara sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan
untuk pencapaian tiuan klien. Dalam hubungan itu perawat menggunakan
pengetahuan komunikasi guna memfasilitasi hubungan yang efektif.
Pada
dasarnya hubungan perawat dan pasien bersifat professional yang diarahkan pada
pencapaian tujuan. Hubungan perawat dengan pasien merupakan hubungan
interpersonal titik tolak saling memberi pengertian.
Kewajiban
perawat memberikan asuhan keperawatan dikembangkan
hubungan saling percaya dibentuk dalam interaksi ,hubungan yang dibentuk
bersifat terapetik dan bukan hubungan social,hubungan perawat dan klien sengaja
dijalin terfokus pada klien,bertujuan menyelesaikan masalah klien.
2 tahap interaksi yang
dilalui dalam berhubungan banyak factor yang perlu diperhatikan baik klien
maupun perawat
a.perawat professional
bila mampu menciptakan hubungan terapetik dengan klien
b.keikhlasan,empati dan
kehangatan diciptakan dalam berhubungan dengan klien
Tahap hubungan perawat
dengan pasien
1. Tahap
orientasi
Di mulai pada saat pertama kali
berhubungan.Tujuan utama tahap orientasi adalah membangun trust.
2.Tahap bekerja
1. Menyatukan proses
komunikasi dengan tindakan keperawatan
2. Membangun suasana yang
mendukung untuk berubah
3.Tahap terminasi
a. Penilaian pencapaian
tujuan dan perpisahan
b. Terminasi disampaikan
sejak awal atau tidak mendadak
faktor-faktor yang mempengaruhi klien dalam berhubungan
1. Perbedaan perkembangan
2. Perbedaan budaya
3. Perbedaan gender
4. Gangguan pendengaran
5. Gangguan penglihatan
Hubungan yang baik antar
perawat dengan pasien akan terjadi bila :
1. Terdapat rasa saling percaya antara
perawat dengan pasien
2. Perawat benar-benar memahami tentang hak-hak pasien dan harus
melindungi hak tersebut,salah satunya adalah hak untuk menjaga privasi pasien
3. Perawat harus sensitive terhadap
perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada pribadi pasien yang disebabkan
oleh penyakit yang dideritanya,antara lain kelemahan fisik dan ketidakberdayaan
dalam menentukan sikap atau
pilihan sehingga tidak dapat menggunakan hak dan kewajibannya dengan baik
4. Perawat harus memahami keberadaan
pasien sehingga dapat bersikap sabar dan tetap memperhatikan pertimbangan etis
dan moral
5. Dapat bertanggung jawab dan
bertanggung gugat atas segala risiko yang mungkin timbul selama pasien dalam
perawatannya
6. Perawat sedapat mungkin berusaha untuk
menghindari konflik antara nilai-nilai pribadi pasien dengan cara membina
hubungan baik antara pasien,keluarga,dan teman sejawat serta dokter untuk
kepentingan pasien
Dalam memberikan pelayanan keperawatan
kepada individu,keluarga,atau komunitas,perawat sangat memerlukan etika keperawatan
yang merupakan filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasar
terhadap pelaksanaan peraktek keperawatan,dimana inti dari filsafat
tersebyut adalah hak dan martabat manusia. Karena itu,fokus dari etika
keperawatan ditujukan terhadap sifat manusia yang unik. Untuk memelihara dan
meningkatkan kepercayaan masyarakat diperlukan peraturan tentang hubungan
antara perawat dengan masyarakat,yaitu sebagai berikut :
1. Perawat dalam melaksanakan
pengabdiannya senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang bersumber dari
adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu,kelurga,dan masyarakat.
2. Perawat dalam melaksanakan pengabdian
dibidang keperawatan,memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai
budaya,adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu,keluarga,dan
masyarakat
3. Perawat dalam melaksanakan
kewajibannya terhadap individu,keluarga dan masyarakat,senantiasa dilandasi
rasa tulus,ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan
4. Perawat menjalin hubungan kerja sama
dengan individu,keluarga dan masyarakat,khususnya dalam mengambil prakarsa dan
mengadakan upaya kesehatan serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai
bagian dari tugas dan kewajiban bagi kepentingan masyarakat.
Hubungan
kerja perawat dengan profesi lain
·
2. KOLABORASI Kolaborasi merupakan
istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja
sama yang dilakukan pihak tertentu.
·
3. • Dalam melaksanakan tugasnya,
perawat tidak dapat bekerja tanpa berkolaborasi dengan profesi lain.
·
4. • Setiap profesi tersebut mempunyai
tanggung jawab terhadap kesehatan pasien namun tetap memiliki visi yang sama
yakni terwujudnya pelayanan kesehatan yang prima, hanya pelaksanaannya saja
yang berbeda disesuaikan dengan profesinya masing – masing.
·
5. § Dalam
menjalankan tugasnya, setiap profesi dituntut untuk mempertahankan kode etik
profesi masing-masing. § Kelancaran masing-masing profesi
tergantung dari ketaatannya dalam menjalankan dan mempertahankan kode etik profesinya.
·
6. Bila setiap profesi telah dapat
saling menghargai, maka hubungan kerja sama akan dapat terjalin dengan baik,
walaupun pada pelaksanaannya sering juga terjadi konflik-konflik etis.
·
7. • Kemudian bagaimana caranya supaya
tugas antar profesi keperawatan dapat berjalan secara harmonis dan pelayanan
kesehatan menjadi maksimal?
·
8. • Agar kerjasama dalam pelayanan
kesehatan terwujud, semua jenis profesi harus mempunyai keinginan untuk
berkolaborasi. Ketergantungan antar profesi pun dapat tetap ada asalkan sesuai
dengan aturan yang ada.
·
9. Kolaborasi didasarkan pada : • • • •
• konsep tujuan umum konstribusi praktisi profesional kolegalitas komunikasi
praktek yang difokuskan kepada pasien
·
10. Kolegalitas menekankan pada saling
menghargai, dan pendekatan profesional untuk masalah-masalah dalam tim dari
pada menyalahkan seseorang atau atau menghindari tangung jawab.
·
11. Komunikasi • Agar kolaborasi dapat
berjalan dengan baik dan pelayanan kesehatan masyarakat dapat meningkat perlu
adanya komunikasi yang baik antar sesama tenaga kesehatan, rasa saling percaya
dengan profesi tenaga kesehatan lainnya, menghargai profesi lain dalam
pengambilan keputusan bersama (dalam kolaborasi).
·
12. • Tidak ada kelompok yang dapat
menyatakan lebih berkuasa di atas yang lainnya. • Masing-masing profesi
memiliki profesional yang berbeda sehingga ketika digabungkan dapat menjadi
kekuatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan
·
13. Kolaborasi yang efektif antara
anggota tim kesehatan memfasilitasi terselenggaranya pelayanan pasien yang
berkualitas.
·
14. Pengertian Delegasi • Delegasi
adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain
untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
·
15. SYARAT YANG HARUS DIPENUHI UNTUK
DELEGASI TINDAKAN MEDIS 1. Penegakan diagnosa, pemberian terapi serta penentuan
indikasi tindakan, harus diputuskan dokter sendiri 2. Delegasi dimana tindakan
medis hanya dibolehkan jika dokter yakin bahwa perawat yang menerima delegasi
itu sudah mampu dengan baik melakukannya.
·
16. Cont’d 3. Pendelegasian itu harus
dilakukan tertulis termasuk instruksi yang jelas tentang pelaksanaannya dan
bagaimana tindakan bila timbul komplikasi dsb. 4. Harus ada bimbingan dan
pengawasan medik pada pelaksanaannya.
·
17. Cont’d 5. Pelaksanaan ini tergantung
tindakannya, apakah dokter harus disampingnya atau ia panggil sewaktu- waktu
Perawat yang menerima delegasi berhak menolak jika merasa tidak mampu melakukan
tindakan medis tersebut.
·
18. TINDAKAN YANG BOLEH DIDELEGASIKAN •
Tindakan dalam rangka penerusan observasi dan bimbingan penderita di rumah
sakit • Tindakan perawatan dan pengurusan penderita • Tindakan yang berhubungan
dengan aktivitas diagnostik dan terapi dari dokter yang dilaksanakan atas
instruksinya
HUBUNGAN KERJA
PERAWAT DENGAN SEJAWAT PERAWAT
Dalam
membina hubungan antarsesama perawat yang ada, baik dengan lulusan SPK maupun
DIII Keperawatan (perjenjangan) diperlukan adanya sikap saling menghargai dan
saling toleransi sehingga sebagai perawat baru dapatr mengadakan pendekatan
yang baik dengan kepala ruangan, dan juga para perawat lainnya.
Sebagai
anggota profesi keperawatan, perawat harus dapat bekerja sama dengan sesama
perawat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan terhadap klien.
Dalam menjalankan tugasnya, perawat harus dapat membina hubungan baik
dengansesama perawat yang ada di lingkungan tempat kerjanya. Dalam membina
hubungan tersebut, sesama perawat harus mempunyai rasa saling mengahrgai dan
saling toleransi yang tinggi agar tidak terjadi sikap saling curiga dan benci.
Tunjukkan sikap
memupuk rasa persaudaraan dengan cara:
· Silih Asuh
Yaitu sesama
perawat dapat saling membimbing, menasihati, menghormati, dan mengingatkan bila
sejawat melakukan kesalahan atau kekeliruan sehingga terbina hubungan yang
serasi.
· Silih Asih
Yaitu dalam
menjalankan tugasnya, setiap perawat dapat saling mrnhargai satu sama lain,
saling mengahrgai antar anggota profesi, saling bertenggang rasa, serta
bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan yang dapat
menimbulkan sikap saling curiga dan benci.
· Silih Asah
Yaitu perawat
yang merasa lebih pandai/tahu dalam hal ilmu pengetahuan, dapat mengamalkan
ilmu yang telah diperolehnya kepada rekan sesama perawat tanpa pamrih
Hokbet99 Agen Judi Terbesar dan Terbaik di Indonesia
BalasHapusMemberikan Promo Menarik:
Khusus Sportbook
Bonus New Member 30 Persen
Bonus Next Deposite 5%
Bonus Cashback Sampai 10%
Khusus Casino
Bonus Rolingan 1%
Bonus Next Depo 5%
Poker Online
Bonus Deposite New Member 10%
Bonus TurnOver 0,5%%
Bonus Referal 10-15%
Khusus Sportbook Referal Bonus 10 persen
untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi kami di bawah ini
Pin BB: D61FC602
Situs www.hokbet99.com