Jumat, 07 Maret 2014

A. PENGERTIAN KODE ETIK
Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981 mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat (2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan (4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman (guidelines). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Bias interaksi merupakan monopoli profesi., yaitu memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi.
Konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola, Ketentuan, aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.



B. APA ITU KEPERAWATAN.
Mungkin sebagian banyak orang tidak mengetahui apa itu perawat. Banyak animo masyarakat selama ini yang menganggap bahwa perawat adalah bawahan dokter atau dokter yang belum jadi. Padahal perawat dan dokter adalah dua profesi yang berbeda yang semuanya mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada yang diatas atau dibawah.

Definisi Perawat

1.      Keperawatan adalah pekerjaan yang bertujuan untuk menjaga/merawat orang yang sakit atau lemah   dengan profesinya adalah perawat (wordnet.princeton.edu).
2.      Keperawatan adalah suatu profesi yang berfokus pada menjaga, memelihara dan mengembalikan   kesehatan yang optimal baik individu, keluarga dan masyarakat (en.wikipedia.org).
3.      Perawat adalah seorang petugas kesehatan professional bertujuan untuk merawat,  menjaga  keselamatan dan menyembuhkan orang yang sakit atau terluka baik akut maupun kronik,  melakukan perencanaan perawatan kesehatan dan melakukan perawatan gawat darurat dalam  kerangka pemeliharaan kesehatan dalam lingkup yang luas (en.wikipedia.org).
4.      Keperawatan adalah ilmu terapan yang mempunyai dasar ilmu yang unik dengan menggunakan prinsip  dasar fisik, biologi dan ilmu perilaku manusia (www.ptc.edu/department_nursing/philosophy.htm).
5.      Keperawatan merupakan perlindungan, promosi, dan optimisasi kesehatan dan kemampuan,  pencegahan penyakit dan cedera, pengurangan yang menderita melalui diagnosa dan perawatan yang  bersumber pada respons manusia, serta advokasi dalam perawatan individu, keluarga, masyarakat, dan  populasi (www.nursingworld.org).
6.      Keperawatan meliputi kemandirian atau kolaboratif dalam merawat individu, keluarga, kelompok dan komunitas, baik sakit atau sehat dengan segala kondisi yang meliputinya. Keperawatan terdiri dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan orang sakit, cacat dan meninggal dunia. Advokasi, promosi lingkungan aman, penelitian, berpartisipasi dalam merumuskan kebijakan kesehatan bagi pasien dan manajemen sistem kesehatan serta pendidikan dan kode etik keperawatan (www.icn.ch).

Berdasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa memang pekerjaan perawat sesuai dengan kata dasarnya yaitu “rawat”, sangat simpel memang, akan tetapi karna perkembangan ilmu di dunia maka ilmu keperawatan pun ikut berkembang. Oleh  karena itu, jenjang pendidikan keperawatan sekarang sudah sampai pada taraf Doktoral bahkan ada yang sudah menyandang gelar Professor.
Cara merawat seseorang tidak semudah mengatakannya. Dalam keperawatan ada yang disebut dengan diagnosa keperawatan dan asuhan keperawatan. Segala sesuatu yang perawat lakukan untuk merawat seorang pasien memiliki sistematika terencana sampai pasien tersebut sembuh, inilah yang disebut dengan asuhan keperawatan. Untuk membuat suatu asuhan keperawatan dibutuhkan suatu diagnosa yang disebut diagnosa keperawatan, seperti layaknya dokter.
                Ilmu keperawatan pada prinsipnya menggabungkan antara ilmu kedokteran dan ilmu psikologi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Marriner Tahun 1998, bahwa ¾ pelayanan kesehatan adalah Caring (perawatan) sedangkan ¼ lainnya adalah curing (pengobatan). Untuk membangun pribadi caring, perawat dituntut memiliki pengetahuan tentang manusia, aspek tumbuh kembang, respon terhadap lingkungan yang terus berubah, keterbatasan dan kekuatan serta kebutuhan-kebutuhan manusia. Bukan berarti kalau pengetahuan perawat tentang Caring meningkat akan menyokong perubahan perilaku perawat.
                Keperawatan tidak hanya berkutat di rumah sakit, sesuai dengan defenisi tadi, keperawatan dibagi menjadi beberapa bagian :

1)       Keperawatan Gawat Darurat
2)       Keperawatan Maternitas (Anak-anak dan Ibu hamil)
3)       Keperawatan Gerontik (Lansia)
4)       Keperawatan Medikal Bedah (Bedah dan Penyakit Dalam, dll)
5)       Keperawatan Komunitas (Masyarakat)


HUBUNGAN PERAWAT DENGAN PASIEN


Hubungan perawat dengan pasien adalah suatu wahana untuk mengaplikasikan proses keperawatan pada saat perawat dan pasien berinteraksi kesediaan untuk terlibat guna mencapai tujuan asuhan keperawatan. Hubungan perawat dan pasien adalah hubungan yang direncanakan secara sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk pencapaian tiuan klien. Dalam hubungan itu perawat menggunakan pengetahuan komunikasi guna memfasilitasi hubungan yang efektif.
Pada dasarnya hubungan perawat dan pasien bersifat professional yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Hubungan perawat dengan pasien merupakan hubungan interpersonal titik tolak saling memberi pengertian.
Kewajiban perawat memberikan asuhan keperawatan  dikembangkan hubungan saling percaya dibentuk dalam interaksi ,hubungan yang dibentuk bersifat terapetik dan bukan hubungan social,hubungan perawat dan klien sengaja dijalin terfokus pada klien,bertujuan menyelesaikan masalah klien.
2 tahap interaksi yang dilalui dalam berhubungan banyak factor yang perlu diperhatikan baik klien maupun perawat
a.perawat professional bila mampu menciptakan hubungan terapetik dengan klien
b.keikhlasan,empati dan kehangatan diciptakan dalam berhubungan dengan klien






Tahap hubungan perawat dengan pasien
1.      Tahap orientasi
            Di mulai pada saat pertama kali berhubungan.Tujuan utama tahap orientasi adalah membangun trust.
2.Tahap bekerja
1. Menyatukan proses komunikasi dengan tindakan keperawatan
2. Membangun suasana yang mendukung untuk berubah
3.Tahap terminasi
a. Penilaian pencapaian tujuan dan perpisahan
b. Terminasi disampaikan sejak awal atau tidak mendadak
faktor-faktor yang mempengaruhi klien dalam berhubungan
1.  Perbedaan perkembangan
2.  Perbedaan budaya
3.  Perbedaan gender
4.  Gangguan pendengaran
5. Gangguan penglihatan


Hubungan yang baik antar perawat dengan pasien akan terjadi bila :
1.      Terdapat rasa saling percaya antara perawat dengan pasien
2.      Perawat benar-benar memahami  tentang hak-hak pasien dan harus melindungi hak tersebut,salah satunya adalah hak untuk menjaga privasi pasien
3.      Perawat harus sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada pribadi pasien yang disebabkan oleh penyakit yang dideritanya,antara lain kelemahan fisik dan ketidakberdayaan dalam menentukan sikap  atau pilihan sehingga tidak dapat menggunakan hak dan kewajibannya dengan baik
4.      Perawat harus memahami keberadaan pasien sehingga dapat bersikap sabar dan tetap memperhatikan pertimbangan etis dan moral
5.      Dapat bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas segala risiko yang mungkin timbul selama pasien dalam perawatannya
6.      Perawat sedapat mungkin berusaha untuk menghindari konflik antara nilai-nilai pribadi pasien dengan cara membina hubungan baik antara pasien,keluarga,dan teman sejawat serta dokter untuk kepentingan pasien 
            Dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada individu,keluarga,atau komunitas,perawat  sangat memerlukan etika keperawatan yang merupakan filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasar terhadap pelaksanaan peraktek keperawatan,dimana inti dari filsafat tersebyut adalah hak dan martabat manusia. Karena itu,fokus dari etika keperawatan ditujukan terhadap sifat manusia yang unik. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat diperlukan peraturan tentang hubungan antara perawat dengan masyarakat,yaitu sebagai berikut :
1.      Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu,kelurga,dan masyarakat.
2.      Perawat dalam melaksanakan pengabdian dibidang keperawatan,memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu,keluarga,dan masyarakat
3.      Perawat dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu,keluarga dan masyarakat,senantiasa dilandasi rasa tulus,ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan
4.      Perawat menjalin hubungan kerja sama dengan individu,keluarga dan masyarakat,khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari tugas dan kewajiban bagi kepentingan masyarakat.


Hubungan kerja perawat dengan profesi lain

·         2. KOLABORASI Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak tertentu.
·         3. • Dalam melaksanakan tugasnya, perawat tidak dapat bekerja tanpa berkolaborasi dengan profesi lain.
·         4. • Setiap profesi tersebut mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan pasien namun tetap memiliki visi yang sama yakni terwujudnya pelayanan kesehatan yang prima, hanya pelaksanaannya saja yang berbeda disesuaikan dengan profesinya masing – masing.
·         5. § Dalam menjalankan tugasnya, setiap profesi dituntut untuk mempertahankan kode etik profesi masing-masing. § Kelancaran masing-masing profesi tergantung dari ketaatannya dalam menjalankan dan mempertahankan kode etik profesinya.
·         6. Bila setiap profesi telah dapat saling menghargai, maka hubungan kerja sama akan dapat terjalin dengan baik, walaupun pada pelaksanaannya sering juga terjadi konflik-konflik etis.
·         7. • Kemudian bagaimana caranya supaya tugas antar profesi keperawatan dapat berjalan secara harmonis dan pelayanan kesehatan menjadi maksimal?
·         8. • Agar kerjasama dalam pelayanan kesehatan terwujud, semua jenis profesi harus mempunyai keinginan untuk berkolaborasi. Ketergantungan antar profesi pun dapat tetap ada asalkan sesuai dengan aturan yang ada.
·         9. Kolaborasi didasarkan pada : • • • • • konsep tujuan umum konstribusi praktisi profesional kolegalitas komunikasi praktek yang difokuskan kepada pasien
·         10. Kolegalitas menekankan pada saling menghargai, dan pendekatan profesional untuk masalah-masalah dalam tim dari pada menyalahkan seseorang atau atau menghindari tangung jawab.
·         11. Komunikasi • Agar kolaborasi dapat berjalan dengan baik dan pelayanan kesehatan masyarakat dapat meningkat perlu adanya komunikasi yang baik antar sesama tenaga kesehatan, rasa saling percaya dengan profesi tenaga kesehatan lainnya, menghargai profesi lain dalam pengambilan keputusan bersama (dalam kolaborasi).
·         12. • Tidak ada kelompok yang dapat menyatakan lebih berkuasa di atas yang lainnya. • Masing-masing profesi memiliki profesional yang berbeda sehingga ketika digabungkan dapat menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan
·         13. Kolaborasi yang efektif antara anggota tim kesehatan memfasilitasi terselenggaranya pelayanan pasien yang berkualitas.
·         14. Pengertian Delegasi • Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
·         15. SYARAT YANG HARUS DIPENUHI UNTUK DELEGASI TINDAKAN MEDIS 1. Penegakan diagnosa, pemberian terapi serta penentuan indikasi tindakan, harus diputuskan dokter sendiri 2. Delegasi dimana tindakan medis hanya dibolehkan jika dokter yakin bahwa perawat yang menerima delegasi itu sudah mampu dengan baik melakukannya.
·         16. Cont’d 3. Pendelegasian itu harus dilakukan tertulis termasuk instruksi yang jelas tentang pelaksanaannya dan bagaimana tindakan bila timbul komplikasi dsb. 4. Harus ada bimbingan dan pengawasan medik pada pelaksanaannya.
·         17. Cont’d 5. Pelaksanaan ini tergantung tindakannya, apakah dokter harus disampingnya atau ia panggil sewaktu- waktu Perawat yang menerima delegasi berhak menolak jika merasa tidak mampu melakukan tindakan medis tersebut.
·         18. TINDAKAN YANG BOLEH DIDELEGASIKAN • Tindakan dalam rangka penerusan observasi dan bimbingan penderita di rumah sakit • Tindakan perawatan dan pengurusan penderita • Tindakan yang berhubungan dengan aktivitas diagnostik dan terapi dari dokter yang dilaksanakan atas instruksinya


HUBUNGAN KERJA PERAWAT DENGAN SEJAWAT PERAWAT
       Dalam membina hubungan antarsesama perawat yang ada, baik dengan lulusan SPK maupun DIII Keperawatan (perjenjangan) diperlukan adanya sikap saling menghargai dan saling toleransi sehingga sebagai perawat baru dapatr mengadakan pendekatan yang baik dengan kepala ruangan, dan juga para perawat lainnya.
       Sebagai anggota profesi keperawatan, perawat harus dapat bekerja sama dengan sesama perawat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan terhadap klien. Dalam menjalankan tugasnya, perawat harus dapat membina hubungan baik dengansesama perawat yang ada di lingkungan tempat kerjanya. Dalam membina hubungan tersebut, sesama perawat harus mempunyai rasa saling mengahrgai dan saling toleransi yang tinggi agar tidak terjadi sikap saling curiga dan benci.


Tunjukkan sikap memupuk rasa persaudaraan dengan cara:
·        Silih Asuh
Yaitu sesama perawat dapat saling membimbing, menasihati, menghormati, dan mengingatkan bila sejawat melakukan kesalahan atau kekeliruan sehingga terbina hubungan yang serasi.
·        Silih Asih
Yaitu dalam menjalankan tugasnya, setiap perawat dapat saling mrnhargai satu sama lain, saling mengahrgai antar anggota profesi, saling bertenggang rasa, serta bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan yang dapat menimbulkan sikap saling curiga dan benci.
·        Silih Asah
Yaitu perawat yang merasa lebih pandai/tahu dalam hal ilmu pengetahuan, dapat mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya kepada rekan sesama perawat tanpa pamrih